Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti Yang Perlu Diketahui

Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti Yang Perlu Diketahui

Bufipro.com -Pada kesempatan kali admin akan memberikan informasi mengenai Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti Yang Perlu Diketahui.

Banyak sekali orang yang ingin mengetahui informasi tentang judul tersebut, bukan hanya satu atau dua orang saja yang ingin mengetahuinya, tetapi ada ratusan bahkan jutaa dari mereka yang ingin tahu tentang Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti.

Nah untuk lebih jelasnya lagi tentang kelemahan investasi properti ini, maka kalian bisa langsung simak ulasan dibawah ini.

Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti

Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari investasi properti:

  1. Gagal membedakan antara aset dan kewajiban

Banyak orang percaya bahwa harta mereka yang paling berharga adalah rumah mereka. Pernyataan ini tidak benar karena suatu barang yang dibeli untuk ditempati lebih merupakan barang konsumsi yang mengharuskan pemiliknya mengeluarkan uang ketika menghuninya, seperti biaya listrik, telepon, air, keamanan, dan sebagainya.

Belum lagi pengeluaran untuk perawatan rumah dari waktu ke waktu, seperti mengecat dinding yang warnanya memudar, memperbaiki ubin yang bocor, mengusir rayap, membersihkan lumut, dan sebagainya.

Tidak sama jika Anda menyewakan rumah Anda kepada orang lain. Pembayaran penyewa memberi pemilik rumah sumber pendapatan yang konsisten. Rumah kontrakan dan rumah kos adalah contoh sederhana.

Jika properti yang Anda miliki menghasilkan pendapatan arus kas positif secara teratur (setelah dikurangi pengeluaran ini), itu dapat dianggap sebagai aset; jika tidak, itu lebih tepat didefinisikan sebagai kewajiban atau beban keuangan.

  1. Tidak Likuid

Istilah”tidak likuid” mengacu pada properti yang sulit dicairkan atau dijual cepat saat dibutuhkan. Tidak jarang sebuah rumah duduk di pasar selama bertahun-tahun sebelum menemukan pembeli yang tepat.

Ketika pemiliknya benar-benar Butuh Uang, properti bahkan mungkin dijual di bawah nilai pasar dalam kondisi tertentu. Semakin kecil keuntungan yang diperoleh, semakin rendah harga yang dikumpulkan dari penjualan.

Properti adalah semacam investasi jangka panjang yang secara langsung berkaitan dengan situasi keuangan pemilik sendiri serta partisipasi masa depan orang lain.

Kurangnya investasi properti yang tidak likuid ini mungkin tidak dapat sesuai dengan harapan Anda jika Anda menginginkan pengembalian investasi (return) yang tinggi dalam waktu singkat.

  1. Ini bukan investasi yang murah

Investasi properti dapat dilakukan secara kredit dan tidak harus dilakukan secara tunai. Pengetahuan ini sering diajarkan di kelas tentang cara membeli rumah tanpa uang muka.

Modal lutut bukan berarti modal bebas sepenuhnya, karena bank memerlukan uang muka minimal atau uang muka antara 50% hingga 70% untuk memperoleh properti secara kredit melalui KPR (berlaku sejak 30 September 2013 untuk bank konvensional, bank syariah, dan bisnis unit).

Syariah, sesuai dengan aturan yang dituangkan dalam surat edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013). Selain itu, ada berbagai standar yang lebih ketat yang harus dipenuhi, terutama yang berkaitan dengan kemampuan Anda untuk membayar pembayaran pinjaman bank.

Anda mungkin mengarang cerita tentang situasi keuangan Anda dan membuat rekening tabungan untuk membujuk petugas bank agar menyetujui aplikasi hipotek Anda, tetapi ini hanya akan membuat strategi investasi real estat Anda lebih berisiko.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang namanya makan siang gratis di sektor korporasi, dan juga sumbangan bank. Sebagai debitur (penerima pinjaman), Anda harus membayar bunga di atas kontribusi pokok setiap bulan.

Jangan pernah memaksakan diri untuk menyelesaikan kesepakatan yang tidak akan dapat Anda bayar di masa depan, terutama jika itu dilakukan untuk tujuan spekulatif.

  1. Rawan pertengkaran

Sekarang, bukan rahasia lagi bahwa di negara kita, sebidang tanah atau bangunan dapat dipegang oleh lebih dari satu orang, selama masing-masing individu memiliki sertifikat yang telah disetujui oleh otoritas lokal.

Konflik properti, yang umum, dapat meningkat menjadi konfrontasi kekerasan antara pihak-pihak yang berkonflik.

Sangat penting untuk memastikan bahwa status properti yang Anda miliki tidak dipertanyakan. Pendekatan paling sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan menghubungi Badan Pertanahan Daerah, atau membeli melalui mediator bank, yang selalu melakukan investigasi ekstensif pada setiap properti yang dijadikan jaminan.

Akhir kata

Itulah pembahasan tentang Kelemahan atau Kekurangan Investasi Properti Yang Perlu Diketahui, yang tentunya saat ini tengah populer dan banyak dipertanyakan oleh banyak orang, semoga informasi yang admin sajikan ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.