Apa Persamaan dan Perbedaan Deposito vs P2P Lending Investasi

Apa Persamaan dan Perbedaan Deposito vs P2P Lending Investasi

Bufipro.com – P2P landing datang sebagai alternatif investasi baru dari perusahaan pintech. Ada perbedaan investasi di P2P dengan deposito ? P2P hadir menawarkan bunga investasi yang sangat menarik, bunganya hingga mencapai 15% dalam kurun waktu satu tahun, bahkan bisa hingga 20% dalam setahun.

Sebab bunga yang menarik, apa perbedaan antara investasi P2P dengan simpanan di Deposito.

Dalam memahami perbedaan tersebut, ini sangat penting sekali untuk anda dan semua orang agar diketahui, terkhusus sebelum masuk ke instrumen baru, seperti P2P.

Persamaan dan Perbedaan Deposito vs P2P Lending Investasi

1. Produk

P2P adalah singkatan Peer To Peer Lending, yang berarti pemilik uang (Lender) dan pinjaman uang (borrower) bisa langsung berhubungan melalui platform teknologi P2P.

Lalu bagaimana cara agar orang bisa meminjamkan uang langsung (tanpa ada perantara) ke orang lain secara aman dengan resiko yang terukur ? Mungkin jika dibandingkan dengan dulu, ini akan sangat sulit untuk dilakukan karena berbagai kendala.

Tetapi, saat ini berkat perkembangan dan kemajuan di dunia teknologi, keinginan orang melakukan oinjaman secara langsung bisa diwujudkan dengan P2P.

P2P merupakan pinjam meminjam secara langsung berbasis teknologi informasi. Satu pihak sebagai pemberi pinjaman, yang dipertemukan melalui platform penyelenggara P2P.

P2P tidak melakukan penghimpunan dana masyarakat karena di dalam mekanismenya pemilik dana (lender) bertemu langsung dengan pencari dana. Pemilik dana memilih sendiri pihak yang akan di danai.

Dana dari lender tidak dihimpun oleh perusahaan penyelenggara P2P, namun langsung disalurkan kepada penerima pinjaman. Perusahaan penyelenggara P2P hanya memberikan informasi mengenai profil calon peminjam dan melakukan management resiko.

Dalam P2P, keputusan untuk mendanai pinjaman langsung ditangan pemilik dana, Penyelenggara tidak memutuskan pihak yang akan diberikan pinjaman.

Berbeda dengan deposito dimana nasabahnya menempatkan simpanan ke Bank. Kemana bank akan memberikan pinjaman tersebut, dan deposan tidak tahu.

Keputusan pinjaman ditangan bank sepenuhnya, sementara deposan tugasnya hanya sampai menempatkan simpanan.

2. Return

Konsep dari Peer to peer, yang melepaskan peran bank sebagai perantara, membuat proses pinjaman menjadi lebih fleksibel lagi, inovatif dan cepat.

Return untuk pemilik dana di P2P menjadi lebih menarik karena hilangnya perantara. Pengalaman yang pernah kami dapatkan ketika berinvestasi di salah satu P2P bisa memberikan return 15% sampai dengan 18% dalam setahun.

Minimum investasi di P2P bisa ditekan kecil sekali karena sifatnya yang bersama-sama. calon pemberi pinjaman bisa bersama-sama membiayai suatu usaha yang prospektif, dengan membagi jumlah pembiayaaan.

3. Resiko

Resiko gagal bayar P2P ditanggung 100% oleh pemberi pinjaman atau lender. Penyelenggara P2P tidak diperbolehkan menganggung resiko pinjaman menunggak.

Sementara jika menabung di Bank, saat pinjaman gagal bayar, resiko ditanggung bank dan bukan pemilik simpanan. Pemilik simpanan aman dananya.

Hal ini membuat resiko orang menaruh uang investasi P2P jauh lebih tinggi dibandingkan menempatkan deposit di Bank.

Bisa dikatakan bahwa resiko deposit hampir dikatakan tidak ada karena LPS menjami bahwa uang deposan di Bank aman.

Sementara, resiko investasi di P2P akan tergantung pada kinerja pembayaran dari pinjaman. Ada pinjaman yang bagus, tetapi tidak sedikit juga yang buruk.

You May Also Like

About the Author: Bang Al

Leave a Reply

Your email address will not be published.